Membangun Budaya Disiplin Dalam Menerapkan Penilaian Kinerja

04/11/2020 09:26:13

Agar mampu mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan dalam mencapai visi dan misinya, organisasi perlu memperhatikan dan meningkatkan kualitas dalam tiga hal yaitu Sistem, Budaya dan Manusia. Keseimbangan yang baik antara kualitas Sistem, Budaya dan Manusia akan menciptakan harmonisasi dalam mempertahankan produktivitas dan menghadapi setiap tantangan perubahan.

Penilaian Kinerja merupakan salah satu aspek penting yang harus dijaga dan dikelola dengan baik demi menjaga produktivitas karyawan. Apabila dijalankan dengan baik, selain mengarahkan karyawan untuk mencapai target yang ditetapkan, penilaian kinerja juga dapat mendorong tumbuhnya kreativitas baru dalam proses kerja yang lebih efektif dan efisien dalam mencapai target. Pemanfaatan serta kedudukan Penilaian Kinerja dalam Manajemen Kinerja, dapat dicermati dalam dua artikel sebelumnya yaitu Penilaian Kinerja dan Pengelolaan Kinerja.

Sistem penilaian kinerja dapat mendukung kemajuan bisnis apabila disertai kesadaran penuh dan komitmen segenap pihak dalam menerapkannya. Dalam hal ini, diperlukan disiplin untuk menjalankan setiap tahapan penilaian kinerja, yaitu disiplin dalam melakukan perencanaan, monitoring dan evaluasi kinerja.

Bagaimana cara membentuk perilaku disiplin dalam menjalankan penilaian kinerja?

1. Membangun kesamaan pemahaman untuk memahami Visi, Misi dan Strategi perusahaan. Dengan kesamaan pemahaman, diharapkan karyawan menghayati keterkaitan antara pekerjaannya dengan sasaran besar perusahaan, serta mengapa harus menjalankan sistem penilaian kinerja dengan bersungguh-sungguh untuk mencapai sasaran tersebut.

Dalam menyamakan pemahaman tersebut, harus menjawab 3 pertanyaan penting:

  • Mengapa Organisasi ada dan harus dipertahankan? Apa nilai organisasi tersebut bagi Masyarakat dan Bangsa?
  • Mengapa kita harus bekerja bagi organisasi tersebut?
  • Bagaimana cara membangun keunggulan organisasi tersebut?

2. Mengenali indikator kinerja yang menjadi kunci (Key Performance Indicator) dari pekerjaannya untuk mencapai sasaran organisasi (Key Result). Pada umumnya setiap organisasi memiliki kurang lebih 10% KPI yang menjadi kunci bagi peningkatan bisnis.

Apabila karyawan telah memahami dengan baik keterkaitan antara pekerjaannya dengan sasaran organisasi berikut indikator kinerjanya, maka karyawan akan bersungguh-sungguh menyusun perencanaan kinerja yang tepat.

3. Mengoptimalkan fungsi tahap Monitoring kinerja untuk memperbaiki kinerja.

Monitoring adalah proses konsultasi dimana atasan diharapkan memberikan solusi yang tepat untuk membantu karyawan dalam mencapai targetnya.

Agar dapat memberikan solusi yang tepat, maka diharapkan selama proses monitoring:

  • Atasan dan bawahan saling terbuka dalam mendiskusikan permasalahan kinerja karyawan.
  • Memfokuskan pada perbaikan kecil (small improvement) namun dapat meningkatkan kemampuan karyawan dengan segera dalam mencapai target.
  • Meningkatkan kepercayaan diri dan semangat untuk menjalankan strategi improvement yang telah ditetapkan.

4. Memanfaatkan pengalaman dalam menjalankan penilaian kinerja untuk meningkatkan kompetensi.

Pada umumnya, masukan-masukan untuk meningkatkan kompetensi kerja diperoleh pada tahap Evaluasi Kinerja ketika karyawan menerima hasil akhir penilaian kinerja. Pada tahap tersebut, kinerja karyawan dievaluasi secara keseluruhan dan diidentifikasi faktor lingkungan kerja dan/atau kompetensi karyawan yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kemampuan mencapai target di tahun berikutnya.

Pada tahap Evaluasi Kinerja, seringkali penekanan lebih kepada penilaian hasil akhir ketimbang pengembangan karyawan. Dalam hal terjadi demikian, kita akan kehilangan makna penilaian kinerja, sehingga program pengembangan menjadi suatu formalitas.

Untuk menghindari hal tersebut, maka:

  • Atasan harus jeli dalam memilah kompetensi yang harus diperbaiki. Tidak semua kompetensi dapat diperbaiki sekaligus. Sebaiknya fokus pada kompetensi yang mempengaruhi rencana perusahaan di tahun berikutnya.
  • Diskusikan rencana pengembangan secara menyeluruh, mulai dari sasaran pengembangan dan bentuk kegiatan yang perlu dilakukan. Kombinasikan kegiatan pelatihan formal dengan pengembangan mandiri dan praktek dalam pekerjaan.
  • Membuat kesepakatan rencana pengembangan kompetensi karyawan sebagai acuan dalam memonitor kegiatan pengembangan pada tahun berikutnya.

Hal penting agar sistem penilaian kinerja memiliki nilai atau makna tinggi bagi kemajuan bisnis adalah disiplin semua pihak dalam menjalankannya. Disiplin dimaksud adalah disiplin yang berdasar pada pemahaman akan peran dan kontribusi setiap individu terhadap kinerja perusahaan.

Tags : SDM, Management, Training


Artikel Sebelumnya


Komentar




Orang yang sukses dalam hidup adalah orang yang melihat tujuannya dengan jelas dan menjurus kearahnya tanpa menyimpang.

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Partnership Inovasi Assessment Training SDM Leadership Management